Kala bintang menyinari malam
kala malam menemani hariku
gejolak hati ingin menyapa cahayamu
namun ku tak sanggup menyapamu….cahayaku
tak kau sadari ada yang menyayangimu
sepenuh hati, sepenuh jiwa ragaku
ku hanya ingin mencintaimu
walaupun tak bisa kumiliki
hariku, harimu membuatku jadi serasa hangat
ku tak ingin berpisah denganmu
ku tak ingin melukaimu
ku tak ingin menyakitimu
ku tak ingin kau bersedih
kau adalah cahaya hatiku
senja mulai terbenam menutup hariku
terima kasih kau telah mewarnai hidupku
terima kasih cahayaku
ku takkan melupakanmu
cahaya malam yang selalu menemanimu
Sahabat bukan lorong untuk berlalu. Karena yang aku tahu, ia tak pernah mengukur waktu. Itulah kenapa aku ingin menjadi sahabatmu. Tubuhku belum renta. Namun bisa lekas tua, jika tak mendengar nyanyianmu, sahabat. Jika umurku sudah senja. Aku ingin pergi dalam doa sahabat. Dan jika tiba saatnya nanti, aku hanya ingin doa sahabat yang bernyanyi dalam lantunan-lantunan tidurku.
Jumat, 26 November 2010
Kekasihku
Ketika mentari beranjak keperaduannya
dilangitpun tampak cahaya keemasan
suara jengkrek menghiasi indahnya malam
menyentuh hati nan gundah gulana
Kasihku,
malam semakin larut
rembulanpun terseyum menatap sanubari
bayang-bayang semakin merapat
membuat hati kecil berteriak sunyi
Kekasihku
embun malam seraya selimut salju
hatiku pun terasa beku
tanpa suara kubisikan
jangan biarkan kusendiri
dilangitpun tampak cahaya keemasan
suara jengkrek menghiasi indahnya malam
menyentuh hati nan gundah gulana
Kasihku,
malam semakin larut
rembulanpun terseyum menatap sanubari
bayang-bayang semakin merapat
membuat hati kecil berteriak sunyi
Kekasihku
embun malam seraya selimut salju
hatiku pun terasa beku
tanpa suara kubisikan
jangan biarkan kusendiri
satu bintang
disatu bintang kutitip hati
yang selalu berpijar terang
disaat kubangun mimpi seluas cakrawala
yang kan'kuhiasi bagai pelangi senja
seperti langit tanpa tepi
dengan elok warna yg tiada duanya
ku coba tuk'menggapaimu
agar hidupku lebih berarti dan penuh warna
mampukah aku menggapai bayangmu.............
dalam malam aku terpuruk rindu
dalam sepi aku bernyanyi
dalam tidur aku..........
cinta aku datang untukmu dengan tersenyum
karena aku bukan pendendam
yang selalu berpijar terang
disaat kubangun mimpi seluas cakrawala
yang kan'kuhiasi bagai pelangi senja
seperti langit tanpa tepi
dengan elok warna yg tiada duanya
ku coba tuk'menggapaimu
agar hidupku lebih berarti dan penuh warna
mampukah aku menggapai bayangmu.............
dalam malam aku terpuruk rindu
dalam sepi aku bernyanyi
dalam tidur aku..........
cinta aku datang untukmu dengan tersenyum
karena aku bukan pendendam
Kamis, 25 November 2010
MENGENDALIKAN KEHIDUPAN
Kita seringkali terlalu membuang-buang waktu dan tenaga merasa resah tentang hal-hal yang di luar pengendalian kita. Kita berusaha keras mengendalikan orang-orang atau hal-hal yang tidak terkendalikan, memanipulasi sana-sini dan mendapatkan dengan rasa frustasi bahwa segala upaya kita percuma saja.
Empat dari hal-hal yang lazim tak terkendalikan dalam hidup kita adalah:
1. Orang lain
Kita tak dapat mengubah atau mengendalikan teman hidup, anak-anak, atasan, atau teman sekerja kita, walaupun kita ingin.
2. Warisan kita
Kita tak dapat memilih keluarga tempat kita dilahirkan, atau apakah kita dilahirkan sebagai anak laki-laki atau perempuan
3. Masa lalu kita
Ada di antara kita yang ingin mengubah sesuatu dari masa lalunya. Dosa-dosa, kesalahan, keputusan buruk, salah pilih tikungan – semuanya menghantui kita, dan kita sering membayangkan bagaimana hidup itu seandainya kita dapat mengendalikan masa lalu itu. Kita tahu, tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mengubah masa lalu kita.
4. Lingkungan kita dan keadaan sekitar
Ada banyak hal-hal lingkungan dalam hidup kita yang tak terkendalikan: keadaan ekonomi, pengemudi mabuk yang melenceng melenceng mobilnya sehingga menabrak mobil Anda, biaya hidup, cuaca, dan sebagainya.
Kalau kita berusaha mengendalikan yang tak terkendalikan, hampir selalu berakhir dengan rasa frustasi dan kekecewaan, dan kita sangat merugikan diri kita. Kalau kita coba mengendalikan orang-orang yang tak terkendalikan dalam hidup kita, apa yang sebenarnya terjadi adalah bahwa kita membiarkan mereka menghancurkan sukacita kita. Mengetahui bahwa kita tidak dapat mengendalikan mereka tetapi masih terus berusaha,
membuat kita berada dalam kuasa mereka. Kebahagiaan kita, damai sejahtera, atau kesenangan kita bergantung dari kelakuan, prestasi atau sikap mereka. Kemudian, ketika kita frustasi karena kita tidak dapat mengendalikan yang tak terkendalikan, kita cenderung melampiaskan kekecewaan kita pada Tuhan. Persekutuan kita terputus dan kita menderita karena tidak mendapat kasih dan kekuatanNya untuk membantu kita.
Allah tidak menelantarkan kita; Ia tidak meninggalkan atau mengabaikan kita. Allah mampu dan siap untuk mengambil hal atau orang yang tak terkendalikan dan memikul beban itu bagi Anda. Ia berada di sana untuk memberi Anda segala bantuan dan dukungan yang Anda butuhkan. Allah tidak akan ambil alih sebelum Anda mengaku bahwa permasalahannya sudah di luar pengendalian Anda.
Ada hal-hal dalam hidup kita yang dapat kita kendalikan :
1. Hubungan kita dengan Allah
Hal itu memerlukan rasa terikat, disiplin dan keinginan. Bila hubungan
Anda dengan Tuhan lebih penting daripada apapun, Anda memiliki kekuatan
untuk mengatasi hal yang tak terkendalikan.
2. Pikiran kita
Jika Anda mempunyai kecenderungan memikir-mikirkan hal-hal yang salah,
membayangkan yang paling buruk, memikirkan hal-hal negatif, dan
membiarkan pikiran Anda dikendalikan oleh keadaan sekitar, Anda tak akan
pernah menang atas hal yang tak terkendalikan.
3. Lidah kita
Begitu banyak kerusakan terjadi setiap hari karena lidah-lidah yang tidak terkendali. Betapa perlunya kita mengendalikan lidah kita dan kata-kata yang kita ucapkan. Hubungan akan sangat membaik jika kita dapat mengendalikan lidah kita.
4. Sikap kita
Sekalipun keadaanmu begitu buruk, tidak ada yang dapat memaksamu bersikap buruk kalau Anda sendiri tidak mau, dan sekalipun keadaanmu begitu baik, tidak ada yang dapat memaksamu bersikap baik kalau Anda sendiri tidak mau. Sikap kita merupakan pilihan kita sendiri.
5. Integritas kita
Kita dapat mengendalikan integritas kita. Apakah Anda bertindak jujur sepenuhnya dalam semua bidang kehidupan ? Apakah Anda dikenal sebagai orang yang dapat diandalkan?
Jika kita menggunakan waktu dan tenaga kita hanya untuk mengendalikan yang dapat kita kendalikan, akan tersisa cukup kekuatan dan kearifan untuk menangani hal-hal yang tak terkendalikan. Kita tidak banyak membuang-buang waktu mengalami frustasi karena orang-orang atau hal-hal yang tak terkendalikan, karena kita terlalu sibuk untuk mengendalikan yang terkendalikan.
Jika Anda dapat mengendalikan yang dapat dikendalikan, Anda dapat menangani yang tidak terkendalikan.
Semoga bermanfaat
Empat dari hal-hal yang lazim tak terkendalikan dalam hidup kita adalah:
1. Orang lain
Kita tak dapat mengubah atau mengendalikan teman hidup, anak-anak, atasan, atau teman sekerja kita, walaupun kita ingin.
2. Warisan kita
Kita tak dapat memilih keluarga tempat kita dilahirkan, atau apakah kita dilahirkan sebagai anak laki-laki atau perempuan
3. Masa lalu kita
Ada di antara kita yang ingin mengubah sesuatu dari masa lalunya. Dosa-dosa, kesalahan, keputusan buruk, salah pilih tikungan – semuanya menghantui kita, dan kita sering membayangkan bagaimana hidup itu seandainya kita dapat mengendalikan masa lalu itu. Kita tahu, tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mengubah masa lalu kita.
4. Lingkungan kita dan keadaan sekitar
Ada banyak hal-hal lingkungan dalam hidup kita yang tak terkendalikan: keadaan ekonomi, pengemudi mabuk yang melenceng melenceng mobilnya sehingga menabrak mobil Anda, biaya hidup, cuaca, dan sebagainya.
Kalau kita berusaha mengendalikan yang tak terkendalikan, hampir selalu berakhir dengan rasa frustasi dan kekecewaan, dan kita sangat merugikan diri kita. Kalau kita coba mengendalikan orang-orang yang tak terkendalikan dalam hidup kita, apa yang sebenarnya terjadi adalah bahwa kita membiarkan mereka menghancurkan sukacita kita. Mengetahui bahwa kita tidak dapat mengendalikan mereka tetapi masih terus berusaha,
membuat kita berada dalam kuasa mereka. Kebahagiaan kita, damai sejahtera, atau kesenangan kita bergantung dari kelakuan, prestasi atau sikap mereka. Kemudian, ketika kita frustasi karena kita tidak dapat mengendalikan yang tak terkendalikan, kita cenderung melampiaskan kekecewaan kita pada Tuhan. Persekutuan kita terputus dan kita menderita karena tidak mendapat kasih dan kekuatanNya untuk membantu kita.
Allah tidak menelantarkan kita; Ia tidak meninggalkan atau mengabaikan kita. Allah mampu dan siap untuk mengambil hal atau orang yang tak terkendalikan dan memikul beban itu bagi Anda. Ia berada di sana untuk memberi Anda segala bantuan dan dukungan yang Anda butuhkan. Allah tidak akan ambil alih sebelum Anda mengaku bahwa permasalahannya sudah di luar pengendalian Anda.
Ada hal-hal dalam hidup kita yang dapat kita kendalikan :
1. Hubungan kita dengan Allah
Hal itu memerlukan rasa terikat, disiplin dan keinginan. Bila hubungan
Anda dengan Tuhan lebih penting daripada apapun, Anda memiliki kekuatan
untuk mengatasi hal yang tak terkendalikan.
2. Pikiran kita
Jika Anda mempunyai kecenderungan memikir-mikirkan hal-hal yang salah,
membayangkan yang paling buruk, memikirkan hal-hal negatif, dan
membiarkan pikiran Anda dikendalikan oleh keadaan sekitar, Anda tak akan
pernah menang atas hal yang tak terkendalikan.
3. Lidah kita
Begitu banyak kerusakan terjadi setiap hari karena lidah-lidah yang tidak terkendali. Betapa perlunya kita mengendalikan lidah kita dan kata-kata yang kita ucapkan. Hubungan akan sangat membaik jika kita dapat mengendalikan lidah kita.
4. Sikap kita
Sekalipun keadaanmu begitu buruk, tidak ada yang dapat memaksamu bersikap buruk kalau Anda sendiri tidak mau, dan sekalipun keadaanmu begitu baik, tidak ada yang dapat memaksamu bersikap baik kalau Anda sendiri tidak mau. Sikap kita merupakan pilihan kita sendiri.
5. Integritas kita
Kita dapat mengendalikan integritas kita. Apakah Anda bertindak jujur sepenuhnya dalam semua bidang kehidupan ? Apakah Anda dikenal sebagai orang yang dapat diandalkan?
Jika kita menggunakan waktu dan tenaga kita hanya untuk mengendalikan yang dapat kita kendalikan, akan tersisa cukup kekuatan dan kearifan untuk menangani hal-hal yang tak terkendalikan. Kita tidak banyak membuang-buang waktu mengalami frustasi karena orang-orang atau hal-hal yang tak terkendalikan, karena kita terlalu sibuk untuk mengendalikan yang terkendalikan.
Jika Anda dapat mengendalikan yang dapat dikendalikan, Anda dapat menangani yang tidak terkendalikan.
Semoga bermanfaat
PEDOMAN HIDUP MANUSIA
Tahukan Anda? alangkah bijaksananya Anda jika berbagi dengan saudara yang lain, adil bukan?
1. Musuh terutama manusia adalah dirinya sendiri
2. Kegagalan terutama manusia adalah kesombongan
3. Kebodohan terutama manusia adalah sifat menipu
4. Kesedihan terutama manusia adalah rasa iri hati
5. Kesalahan terutama manusia adalah mencampakkan dirinya
6. Dosa terutama manusia adalah mencampakkan dirinya dan orang lain
7. Sifat manusia yang paling terkasihan adalah rasa rendah diri
8. Sifat manusia yang paling dapat di puji adalah semangat keuletannya.
9. Kehancuran terbesar manusia adalah rasa keputusasaan
10. Harta terutama manusia adalah kesehatan
11. Hutang terbesar manusia adalah hutang budi
12. Hadiah terbesar manusia adalah lapang dada dan sifat mau memaafkan
13. Kekurangan terbesar manusia adalah sifat berkeluh kesah dan tidak memiliki kebijaksanaan
14.Ketentraman dan kedamaian manusia adalah suka berdana dan beramal.
Semotga bermanfaat
1. Musuh terutama manusia adalah dirinya sendiri
2. Kegagalan terutama manusia adalah kesombongan
3. Kebodohan terutama manusia adalah sifat menipu
4. Kesedihan terutama manusia adalah rasa iri hati
5. Kesalahan terutama manusia adalah mencampakkan dirinya
6. Dosa terutama manusia adalah mencampakkan dirinya dan orang lain
7. Sifat manusia yang paling terkasihan adalah rasa rendah diri
8. Sifat manusia yang paling dapat di puji adalah semangat keuletannya.
9. Kehancuran terbesar manusia adalah rasa keputusasaan
10. Harta terutama manusia adalah kesehatan
11. Hutang terbesar manusia adalah hutang budi
12. Hadiah terbesar manusia adalah lapang dada dan sifat mau memaafkan
13. Kekurangan terbesar manusia adalah sifat berkeluh kesah dan tidak memiliki kebijaksanaan
14.Ketentraman dan kedamaian manusia adalah suka berdana dan beramal.
Semotga bermanfaat
KEMATIAN KITA
Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik.
Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?
Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati.
Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?
Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati.
Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.
Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.
Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)
Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan.
Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!
Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.
Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.
Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.
Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.
Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.
Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi.
Singkatnya, “onggokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi bagian dari tanah.
Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?
Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting
Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya – yang ia coba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.
Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.
Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:
Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)
Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.
Semoga Bermanfaat,
Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.
Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)
Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan.
Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!
Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.
Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.
Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.
Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.
Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.
Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi.
Singkatnya, “onggokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi bagian dari tanah.
Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?
Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting
Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya – yang ia coba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.
Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.
Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:
Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)
Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.
Semoga Bermanfaat,
buah pikiran
Kebaikan dan kebahagiaan terdapat dalam suatu perbendaharaan yang kuncinya adalah berpikir.
Berpikir merupakan suatu keharusan. Sementara ilmu pengetahuan adalah hasil pemikiran.
Suatu pengertian dan sikap akan ia pegang dengan ilmu pengetahuan yang ia ketahui. Karena setiap orang yang mengetahui sesuatu, yang ia senangi atau benci, dalam hatinya akan tertanam suatu sikap hasil pengetahuan itu, dan sikap itu akan mendorong kepada keinginan, dan keinginan itu yang akan mendorongnya kepada amal perbuatan.
Maka, disini ada lima perkara: buah pikiran adalah ilmu pengatahuan, buah keduana adalah sikap suatu sikap yang tertanam di dalam hati, kemudian menghasilkan keinginan, dan keinganan itu menghasilkan amal perbuatan.
Dengan demikian, berpikir adalah pokok dan kunci bagi seluruh kebaikan.
Berpikir merupakan suatu keharusan. Sementara ilmu pengetahuan adalah hasil pemikiran.
Suatu pengertian dan sikap akan ia pegang dengan ilmu pengetahuan yang ia ketahui. Karena setiap orang yang mengetahui sesuatu, yang ia senangi atau benci, dalam hatinya akan tertanam suatu sikap hasil pengetahuan itu, dan sikap itu akan mendorong kepada keinginan, dan keinginan itu yang akan mendorongnya kepada amal perbuatan.
Maka, disini ada lima perkara: buah pikiran adalah ilmu pengatahuan, buah keduana adalah sikap suatu sikap yang tertanam di dalam hati, kemudian menghasilkan keinginan, dan keinganan itu menghasilkan amal perbuatan.
Dengan demikian, berpikir adalah pokok dan kunci bagi seluruh kebaikan.
Kelebihan dan kekurangan…
Cinta indah antara kedua insan adalah saling melengkapi antara kekurangan dan kelebihan pasangan. Kekurangan istri adalah kelebihan suami, begitupun sebaliknya kelebihan suami adalah kekurangan istri. Subhanallah, sungguh indah jika saling mencintai karena Allah SWT dan saling menerima apa adanya serta saling melengkapi setiap kekurangan dan saling memberikan nilai tambah ketika kelebihan muncul secara bersamaan.
Eksistensi diri …
Hakikat eksistensi diri adalah berani mengakui kesalahan diri, berani mengevaluasi diri, berani memperbaiki diri, berani jujur pada diri sendiri, berani mengakui kelebihan orang lain dan memaafkan/menerima kekurangannya dan berani mengakui bahwa keberadaan diri tidak terpisahkan dari kehendak Allah SWT, pada akhirnya merasa diri kecil dan tak berarti dihadapan-Nya. Sehingga tak ada apa-apa yang harus dibanggakan selain karunia dari Allah SWT.
Ya Rabb bimbinglah diri ini supaya tetap marifat kepada-Mu. Aamiin.
Ya Rabb,...
Allohumma shalli ala muhammad wa ala ali muhammad,
Ya Rabb, Engkau Maha Tahu siapa diri ini, setiap lintasan hati ini, setiap pandangan mata ini, setiap pemikiran dan perlakuan diri ini, hamba tak ubahnya lautan dosa, setiap langkah yang tak tertata, setiap pandangan yang tak terjaga, setiap pembicaraan yang sia-sia, tercurah begitu saja, karena kealfaan hamba, karena kelalaian hamba yang selalu melupakan diri-Mu.
Ya Rabb, Engkau Maha Tahu siapa diri ini, setiap lintasan hati ini, setiap pandangan mata ini, setiap pemikiran dan perlakuan diri ini, hamba tak ubahnya lautan dosa, setiap langkah yang tak tertata, setiap pandangan yang tak terjaga, setiap pembicaraan yang sia-sia, tercurah begitu saja, karena kealfaan hamba, karena kelalaian hamba yang selalu melupakan diri-Mu.
- Ya Rabb, Engkau Maha Memahami setiap keinginan yang ada dalam hati ini, setelah beribu – ribu dosa yang hamba lakukan, baik yang hamba sadari maupun tidak, hamba bersimpuh, memohon pengampuan dari-Mu, atas segala dosa itu Ya Rabb.
- Ya Rabb, setiap Adzan berkumandang hamba masih bergelut dengan kehidupan dunia, hamba seolah lalai dengan seruan-Mu, perintah dan tanggung jawab pekerjaan seolah menjadi prioritas utama dalam hidup hamba, padahal Engkau Maha Pencemburu karenanya, Ya Rabbi ampunilah hamba Ya Rabb, hamba telah lancang berbuat itu kepada-Mu, Ya Rabb bimbinglah diri ini, hati ini supaya hamba tetap membaktikan diri ini kepada-Mu, sesibuk apapun keadaanya.
- Ya Rabb, Yang Maha Membolak-balikan hati, hamba memohon kepada-Mu Ya Allah, bimbinglah diri ini, hati ini, supaya selalu ikhlas berbuat kebaikan, selalu sabar menjalani setiap cobaan baik dalam keadaan lapang maupun sempit, jangan biarkan diri ini lupa kepada-Mu, jangan biarkan diri ini diliputi tipu daya syetan, hamba takut jauh dari-Mu, hamba tidak kuat menahan azab dari-Mu Ya Rabb.
- Ya Rabb, jangan biarkan diri hamba melangkah di dunia-Mu dengan kesombongan dan berbangga diri, Ya Rabb rahmatilah diri ini dengan rahmat-Mu, iringi setiap langkah hamba dengan ridha-Mu, sayangilah hamba dengan cinta-Mu dan muliakanlah hamba dengan syafa’at-Mu seperti kepada Rasul-Mu, terimalah amal ibadah hamba & berkahilah rizki hamba. Lindungilah hamba sebagaimana Engkau melindungi orang-orang yang shaleh.
Diam Emas.....
Dalam upaya mendewasakan diri, salah satu langkah awal yang harus dipelajari adalah cara menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga serta memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW,
Namun, dia tetap memaksimalkan interaksi dengan untaian “perkatan” melalui perbuatan berupa kesungguhan untuk mendengarkan secara tulus, memperhatikan secara seksama, juga memberikan respons yang tepat, hangat, cermat dan padat makna. Insya Allah.
- “Barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam” (HR. Bukhari).
- Hati selalu terjaga dan tenang, dengan menghemat kata melalui diam produktif berarti hati akan terjaga dari riya, ujub, takabur atau aneka penyakit hati lainnya yang akan mengeraskan dan mematikan hati kita. Hal ini membuat kita lebih banyak waktu untuk berzikir dan tafakur. Buahnya, hati akan terasa jauh lebih tenteram
- Hemat dari dosa, sikap diam produktif memperkecil peluang tergelincirnya kata-kata yang kita ucapkan. Dengan demikian, dosa pun akan semakin tipis. Diharapkan pula, kedudukan kita di sisi Allah SWT akan terjaga. Artinya, kita terhindar dari kesalahan kata yang menimbukan murka Allah SWT, seperti kata-kata kemusyrikan, kemunafikan, atau perkataan dosa lainnya
- Terjauh dari masalah, memilih sikap diam aktif, akan menghemat kata-kata yang berpeluang menimbulkan masalah. Tidak akan ada salah paham dan orang yang tersinggung. Diam produktif juga tidak akan menimbulkan permusuhan dan kebencian.
- Lebih bijak, sikap diam produktif akan membuat kita menjadi pendengar dan pemerhati yang baik. Dengan begitu, diharapkan ketika menghadapi suatu persoalan, pemahaman kita akan lebih mendalam. Insya Allah pengambilan keputusan pun jauh lebih bijak dan arif.
- Lebih berwibawa, tanpa disadari, sikap dan penampilan orang yang diam produktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang lain akan menjadi leih segan untuk mempermainkan atau mereehkannya. Hal ini sangat baik untuk menjaga kehormatan dan harga diri kita.
- Hikmah kan muncul, hal yang tidak kalah pentingnya, orang yang mampu menahan diri dengan diam produktif akan membuat qolbunya lebih bercahaya. Dia akan dapat memberikan ide dan gagasan yang cemerlang. Semua itu karena hikmah tuntunan dari Allah SWT yang menyelimuti hati, lisan, sikap dan perilakunya. Bisa kitalihat, para ahli hikmah memiliki ciri khas, yaitu banyak diam, tafakur, dan zikir.
Namun, dia tetap memaksimalkan interaksi dengan untaian “perkatan” melalui perbuatan berupa kesungguhan untuk mendengarkan secara tulus, memperhatikan secara seksama, juga memberikan respons yang tepat, hangat, cermat dan padat makna. Insya Allah.
Kritik lagi…
Bagi kebanyakan orang, kritik barangkali sebuah barang tabu. Entah karena kultur kondisi sosial, kebiasaan atau sebab lain. Padahal kritik konstruktif ibarat sebuah cermin tempat kita melihat muka sendiri. Bayangkn jika kita menyisi rambut, mencukur kumis, memakai bedak, memakai lipstik, tanpa bercermin?
Suatu hal sulit untuk bersikap kritis dan lebih sulit lagi untuk siap dikiritis.
Kritikan seperti pil pahit yang tidak semua oang mau dan mampu menelannya. Seringkali kritik membuka mata kita, namun sisi lai kritik itu sekaligus menyakitkan hati kita.
Tapi dapatkah kita membayangkan hidup tanpa kritikan? Ketika itulah kita akan dikelilingi para penjilat, orang – orang yang carmuk, manusia – manusia bertopeng.
Kita tanpa sadar menjadi terasing dari diri kita sendiri, menuntun kita menjadi orang yang egois, keras kepala bahkan naudzubillah keras hati.
Padahal teman yang baik adalah teman yang mau bersikap kritis terhadap kita.
Ketika kita muai menutup mata dan telinga dari kritik yang tidak kita inginkan, ketika itu pula kita sebenarnya membuang mutiara – mutiara yang sebenarnya kita butuhkan, menyia-nyiakan teman yang dengan ikhlas bersikap jujur dan peduli dengan kita sehingga yang tersisa di sekitar kita hanyalah para penipu berkedok, orang – orang bermuka manis di depan kita padahal di belakang kita mungkin saja mereka menertawakan bakan merongrong dan menghancurkan kita.
Namun tentu saja tidak semua kritik bermanfaat. Kita harus memiah dan memilih kritik – kritik yang konstruktif dan biarkan saja terbang bersama angin kritik – kritik yang menghancurkan.
Jangan pula kritik menjadikan kit minder dan jatuh, justru sebaliknya, kritik adalah tolok ukur yang menunjukkan tingkat keberhasilan kita dan menjadi penyemangat untuk berbuat yang lebih baik.
Kritik – kritik itu sekaligus menunjukkan bahwa kawan – kawan / sahabat kita adalah orang – orang yang betul – betul peduli dengan kita dan bukan orang – orang yang bermuka manisa yang hanya mau ‘memanfaatkan’ kita.
Pun sebaliknya kita arus mampu bersikap kritis kepda teman – teman kit meskipun itu tidak mereka inginkan.
Seorang teman yang baik adalah bukan teman yang selalu ada saat diinginkan, tapi dia akan selalu ada saat dibutuhkan.
Jangan keras kepala, sob.
Openminded cara terbaik ^_^.
Justru kritik adalah cara Allah SWT untuk mengingatkan hamba-Nya, syariatnya lewat siapapun, bersyukurlah dan tumbuhlah dengan kritik itu sebagai cambuk menjadi orang yang tegar, sabar dan ikhlas. Insya Allah.
Suatu hal sulit untuk bersikap kritis dan lebih sulit lagi untuk siap dikiritis.
Kritikan seperti pil pahit yang tidak semua oang mau dan mampu menelannya. Seringkali kritik membuka mata kita, namun sisi lai kritik itu sekaligus menyakitkan hati kita.
Tapi dapatkah kita membayangkan hidup tanpa kritikan? Ketika itulah kita akan dikelilingi para penjilat, orang – orang yang carmuk, manusia – manusia bertopeng.
Kita tanpa sadar menjadi terasing dari diri kita sendiri, menuntun kita menjadi orang yang egois, keras kepala bahkan naudzubillah keras hati.
Padahal teman yang baik adalah teman yang mau bersikap kritis terhadap kita.
Ketika kita muai menutup mata dan telinga dari kritik yang tidak kita inginkan, ketika itu pula kita sebenarnya membuang mutiara – mutiara yang sebenarnya kita butuhkan, menyia-nyiakan teman yang dengan ikhlas bersikap jujur dan peduli dengan kita sehingga yang tersisa di sekitar kita hanyalah para penipu berkedok, orang – orang bermuka manis di depan kita padahal di belakang kita mungkin saja mereka menertawakan bakan merongrong dan menghancurkan kita.
Namun tentu saja tidak semua kritik bermanfaat. Kita harus memiah dan memilih kritik – kritik yang konstruktif dan biarkan saja terbang bersama angin kritik – kritik yang menghancurkan.
Jangan pula kritik menjadikan kit minder dan jatuh, justru sebaliknya, kritik adalah tolok ukur yang menunjukkan tingkat keberhasilan kita dan menjadi penyemangat untuk berbuat yang lebih baik.
Kritik – kritik itu sekaligus menunjukkan bahwa kawan – kawan / sahabat kita adalah orang – orang yang betul – betul peduli dengan kita dan bukan orang – orang yang bermuka manisa yang hanya mau ‘memanfaatkan’ kita.
Pun sebaliknya kita arus mampu bersikap kritis kepda teman – teman kit meskipun itu tidak mereka inginkan.
Seorang teman yang baik adalah bukan teman yang selalu ada saat diinginkan, tapi dia akan selalu ada saat dibutuhkan.
Jangan keras kepala, sob.
Openminded cara terbaik ^_^.
Justru kritik adalah cara Allah SWT untuk mengingatkan hamba-Nya, syariatnya lewat siapapun, bersyukurlah dan tumbuhlah dengan kritik itu sebagai cambuk menjadi orang yang tegar, sabar dan ikhlas. Insya Allah.
Kemunafikan......
Katanya mau akur,
Nyatanya setiap hati tak pernah berbaur,
Masing – masing mengumbar takabur,
Nyatanya berhati serigala, berlagu lugu siap berlaga,
Saling mengintip kemudian menggila,
Nyatanya hanya kata – kata nista yang tertutur dalam dusta dan cita – cita belaka,
Manis bagai gula, di dalamnya racun belaka
Di belakangnya sekat lawan, caci maki, menyebar dalam ghibah dan fitnah
Ya Rabb, tidak ingin semuanya menjadi bagian dari diri ini, jika memang ada, Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan Maha Pengampun dari semua taubat yang kami lakukan,
Lindungan kami dari setiap usaha syetan yang selalu menggoda dari segala arah sehingga kami lalai dan terjerembab dalam jurang kemunafikan, nista, dosa belaka,
Ya Rabb, yang Maha Mengendalikan hati dan membolak balikan hati kami, palingkanlah, tempatkanlah hati kami dalam suasana kerinduan, kesejukan, keindahan, keagungan rahmatMu, dalam sucinya hati.
Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.
Nyatanya setiap hati tak pernah berbaur,
Masing – masing mengumbar takabur,
- Katanya mau bersatu seia sekata, Nyatanya setiap hati saling berseteru, Masing – masing memandang aku sebagai keakuan,
Nyatanya berhati serigala, berlagu lugu siap berlaga,
Saling mengintip kemudian menggila,
- Bagaimana bisa saling sayang, nyatanya dibelakang memandang pribadi sebagai sarang untuk saling serang,
Nyatanya hanya kata – kata nista yang tertutur dalam dusta dan cita – cita belaka,
- Sebagai teman yang mendukung arti sahabat dan persahabatan, nyatanya silaturahim saja enggan, hanya saja kedengkian dan pandangan sebelah mata,
Manis bagai gula, di dalamnya racun belaka
- Dalam amanah, bertangung jawab, menyampaikan dalam laporan dan fakta aktual, membuka dan menutup kesempatan dan merangkai setiap keterbukaan, Alamak, menggunting dalam lipatan, formalitas belaka dan hanya fatamorgana seolah tanggung jawab, khianatnya terangkai begitu saja setelah tiada lagi pemaknaan tanggung jawab seutuhnya,
Di belakangnya sekat lawan, caci maki, menyebar dalam ghibah dan fitnah
- Bagaikan kekasih, saling melengkapi, menyanjung, berbelas kasih, mengungkapkan hati se indah rasa Berbenah dalam kilaukan kata – kata mutiara, Ternyata berbagi hati, mendua, melupakan, egois, apatis, tak mau mengingat karena mudah sakit hati, berbenah perasaan, porak poranda dalam keinginan antara pandangan yang tak terjaga dan hawa nafsu,
Ya Rabb, tidak ingin semuanya menjadi bagian dari diri ini, jika memang ada, Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan Maha Pengampun dari semua taubat yang kami lakukan,
Lindungan kami dari setiap usaha syetan yang selalu menggoda dari segala arah sehingga kami lalai dan terjerembab dalam jurang kemunafikan, nista, dosa belaka,
Ya Rabb, yang Maha Mengendalikan hati dan membolak balikan hati kami, palingkanlah, tempatkanlah hati kami dalam suasana kerinduan, kesejukan, keindahan, keagungan rahmatMu, dalam sucinya hati.
Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.
Suka nyindir....
Tidak usah merasa tersindir, jika kita tidak melakukannya.
Jangan terpancing dengan omongan orang yang mungkin saja menyindir baik secara langsung maupun tidak.
Apa yang orang lain katakan, sesuai dengan isi hatinya, pikirannya, kebiasaannya.
Jika isi hatinya terbiasa dengan kebencian, fitnah, sumpah serapah, sempit hati, justifkasi, memojokan, kritis, perkataan sia – sia, maka isi pembicaraanya tidak jauh dengan perihal demikian, mudah tersinggung, menggunjing dan mengeluarkan kata – kata seolah – olah muntah. Naudzubillah.
Namun jika hatinya terbiasa dengan kelapangan hati, berpikir positif, maka setiap perkataanya menyejukkan, berkata dengan sopan dan santun, bukan kata – kata manis, namun proporsional, sekalipun sedikit namun memberikan pemaknaan yang dalam bagi setiap pendengarnya. Subhanallah.
Jangan terpancing dengan omongan orang yang mungkin saja menyindir baik secara langsung maupun tidak.
Apa yang orang lain katakan, sesuai dengan isi hatinya, pikirannya, kebiasaannya.
Jika isi hatinya terbiasa dengan kebencian, fitnah, sumpah serapah, sempit hati, justifkasi, memojokan, kritis, perkataan sia – sia, maka isi pembicaraanya tidak jauh dengan perihal demikian, mudah tersinggung, menggunjing dan mengeluarkan kata – kata seolah – olah muntah. Naudzubillah.
Namun jika hatinya terbiasa dengan kelapangan hati, berpikir positif, maka setiap perkataanya menyejukkan, berkata dengan sopan dan santun, bukan kata – kata manis, namun proporsional, sekalipun sedikit namun memberikan pemaknaan yang dalam bagi setiap pendengarnya. Subhanallah.
Bersihkan Hati…
Memang benar kita adalah manusia normal yang akan senantiasa menghadapi hal – hal yang tidak bisa diduga dalam hidup ini.
Tapi semua itu hendaklah tidak menjadikan hati kita menjadi keruh dan kotor. Sebab semakin keruh dan jengkel, kita akan semakin mudah terluka dan tersinggung. Hasilnya kita pun akan mudah merasa runyam dan pusing.
Kita akan dibuat lemah oleh pikiran kita sendiri.
Oleh karena itu hendaklah kita menghilangkan segala sesuatu yang membuat hati kita dongkol.
Seperti air yang di dalamnya ada kotoran yang mengendap, maka jika diaduk – aduk air tersebut akan menjadi keruh. Dan perbuatan dalam air yang keruh, yakni hati yang kotor, tidak akan menjadi baik dan benar.
Kita harus cerdas melatih mengendalikan hati kita. Sebab jika tidak mau melatih diri dan senantiasa memelihara hati kita dalam kekotoran, maka kita akan merasa diri ini seolah olah masuk dalam lingkungan yang berisi ular, singa dan binatang buas lainnya.
Setiap kita melangkah akan membuat hati cemas, takut, dan cape’.
Padahal seharusnya yang kita lihat adalah anggrek, melati, dan mawar serta keindahan lainnya.
Subhanallah, orang yang berhati bersih akan dijanjikan oleh Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam al-Quran surat asy-Syams ayat 9.
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu … “.
Semoga Allah SWT membuat kita semakin terampil mengelola kekayaan kita yang sangat besar, yakni hati kita.
Karena dengan hati yang bersih, kita akan mengenal Allah SWT dengan baik, kita akan memiliki kekuatan dan kemampuan yang melimpah.
Kekuatan dan kemampuan inilah yang dapat membuat hati berbuat sesuatu dengan lebih hebat dari yang kita duga.
Dan memang inilah arti dari hidup di dunia ini, menjadi hamba Allah SWT dan menjadi khalifah yang dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat.
Ingat, sobat hidup di dunia bukan sekedar mampir belaka, tetapi kita sedapat mungkin meninggalkan karya yang bermakna bagi kehidupan di dunia dan berarti bagi kehidupan di akhirat kelak. Insya Allah.
Tapi semua itu hendaklah tidak menjadikan hati kita menjadi keruh dan kotor. Sebab semakin keruh dan jengkel, kita akan semakin mudah terluka dan tersinggung. Hasilnya kita pun akan mudah merasa runyam dan pusing.
Kita akan dibuat lemah oleh pikiran kita sendiri.
Oleh karena itu hendaklah kita menghilangkan segala sesuatu yang membuat hati kita dongkol.
Seperti air yang di dalamnya ada kotoran yang mengendap, maka jika diaduk – aduk air tersebut akan menjadi keruh. Dan perbuatan dalam air yang keruh, yakni hati yang kotor, tidak akan menjadi baik dan benar.
Kita harus cerdas melatih mengendalikan hati kita. Sebab jika tidak mau melatih diri dan senantiasa memelihara hati kita dalam kekotoran, maka kita akan merasa diri ini seolah olah masuk dalam lingkungan yang berisi ular, singa dan binatang buas lainnya.
Setiap kita melangkah akan membuat hati cemas, takut, dan cape’.
Padahal seharusnya yang kita lihat adalah anggrek, melati, dan mawar serta keindahan lainnya.
Subhanallah, orang yang berhati bersih akan dijanjikan oleh Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam al-Quran surat asy-Syams ayat 9.
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu … “.
Semoga Allah SWT membuat kita semakin terampil mengelola kekayaan kita yang sangat besar, yakni hati kita.
Karena dengan hati yang bersih, kita akan mengenal Allah SWT dengan baik, kita akan memiliki kekuatan dan kemampuan yang melimpah.
Kekuatan dan kemampuan inilah yang dapat membuat hati berbuat sesuatu dengan lebih hebat dari yang kita duga.
Dan memang inilah arti dari hidup di dunia ini, menjadi hamba Allah SWT dan menjadi khalifah yang dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat.
Ingat, sobat hidup di dunia bukan sekedar mampir belaka, tetapi kita sedapat mungkin meninggalkan karya yang bermakna bagi kehidupan di dunia dan berarti bagi kehidupan di akhirat kelak. Insya Allah.
kasih sayang terhadap sesama
Tidaklah seseorang memiliki kasih sayang, kecuali Allah Swt. akan menghiasinya dengan kemuliaan.
Dan tidaklah seseorang berlaku bengis, kecuali Allah akan mencabut rasa kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina.
Suatu hari Umar bin Khathab berjalan-jalan di seputar Madinah.
Saat itu, dia melihat seorang anak sedang memainkan seekor burung pipit.
Timbullah rasa iba dalam hati Umar, dia pun membujuk si anak untuk menjual burung pipit mainannya.
Anak itu setuju. Segera setelah bertransaksi, Umar melepaskan burung itu ke udara. Setelah beliau wafat, seorang sahabat mimpi berjumpa dengan Umar. dia bertanya, “Bagaimana Allah memperlakukan Anda?”
Umar menjawab, “Allah mengampuni dan memuliakanku”.
“Karena apa? Apakah karena kedermawananmu, keadilanmu ataukah karena kezuhudanmu?”.
“Ketika manusia menguburkanku dan mereka pulang, tinggallah aku sendirian di dalam kubur. Maka datanglah dua malaikat. Akalku hilang dan aku pun gemetar ketakutan. Mereka mendudukkanku untuk menanyaiku. Saat itulah terdengar suara, ‘Wahai Malaikat, tinggalkanlah hamba-Ku ini! Tidak usah kalian tanya atau kalian takut-takuti dia, sebab Aku menyayanginya dan akan Aku bebaskan siksaan daripadanya. Karena dia adalah seorang yang mengasihi seekor burung pipit waktu di dunia.
Maka di akhirat Aku menyayanginya’,” jawab Umar.
Di dunia ini berlaku hukum kekekalan energi, bahwa sebuah energi tidak akan pernah hilang, ia hanya sekadar berubah bentuk.
Air misalnya, dari dulu hingga sekarang jumlahnya selalu tetap, hanya bentuknya saja yang berubah-ubah.
Hukum ini berlaku pula pada manusia. Setiap energi yang dihasilkan, entah itu positif (amal saleh) maupun negatif (dosa), nilainya tidak akan pernah hilang. Jika kita menolong yang kesusahan, maka energi positif tersebut akan kekal dan kembali kepada kita.
Bentuknya bisa sama, ditolong kembali oleh yang lain saat kita kesusahan.
Atau dalam bentuk berbeda, berupa pujian, ketenangan atau kepuasan jiwa, dsb.Itulah yang terjadi pada Umar bin Khathab.
Walau hanya menolong seekor pipit, Allah Swt. membalasnya dengan pahala berlimpah.
Umar telah memberikan kasih sayangnya kepada makhluk kecil dan Allah Swt. membalasnya dengan kasih sayang serta kemuliaan yang teramat besar.
“Tidaklah seseorang memiliki kasih sayang terhadap sesama, kecuali Allah Swt. akan menghiasinya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang berlaku bengis terhadap sesamanya, kecuali Allah akan mencabut rasa kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina,” demikian sabda Rasulullah Saw.
Dan tidaklah seseorang berlaku bengis, kecuali Allah akan mencabut rasa kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina.
Suatu hari Umar bin Khathab berjalan-jalan di seputar Madinah.
Saat itu, dia melihat seorang anak sedang memainkan seekor burung pipit.
Timbullah rasa iba dalam hati Umar, dia pun membujuk si anak untuk menjual burung pipit mainannya.
Anak itu setuju. Segera setelah bertransaksi, Umar melepaskan burung itu ke udara. Setelah beliau wafat, seorang sahabat mimpi berjumpa dengan Umar. dia bertanya, “Bagaimana Allah memperlakukan Anda?”
Umar menjawab, “Allah mengampuni dan memuliakanku”.
“Karena apa? Apakah karena kedermawananmu, keadilanmu ataukah karena kezuhudanmu?”.
“Ketika manusia menguburkanku dan mereka pulang, tinggallah aku sendirian di dalam kubur. Maka datanglah dua malaikat. Akalku hilang dan aku pun gemetar ketakutan. Mereka mendudukkanku untuk menanyaiku. Saat itulah terdengar suara, ‘Wahai Malaikat, tinggalkanlah hamba-Ku ini! Tidak usah kalian tanya atau kalian takut-takuti dia, sebab Aku menyayanginya dan akan Aku bebaskan siksaan daripadanya. Karena dia adalah seorang yang mengasihi seekor burung pipit waktu di dunia.
Maka di akhirat Aku menyayanginya’,” jawab Umar.
Di dunia ini berlaku hukum kekekalan energi, bahwa sebuah energi tidak akan pernah hilang, ia hanya sekadar berubah bentuk.
Air misalnya, dari dulu hingga sekarang jumlahnya selalu tetap, hanya bentuknya saja yang berubah-ubah.
Hukum ini berlaku pula pada manusia. Setiap energi yang dihasilkan, entah itu positif (amal saleh) maupun negatif (dosa), nilainya tidak akan pernah hilang. Jika kita menolong yang kesusahan, maka energi positif tersebut akan kekal dan kembali kepada kita.
Bentuknya bisa sama, ditolong kembali oleh yang lain saat kita kesusahan.
Atau dalam bentuk berbeda, berupa pujian, ketenangan atau kepuasan jiwa, dsb.Itulah yang terjadi pada Umar bin Khathab.
Walau hanya menolong seekor pipit, Allah Swt. membalasnya dengan pahala berlimpah.
Umar telah memberikan kasih sayangnya kepada makhluk kecil dan Allah Swt. membalasnya dengan kasih sayang serta kemuliaan yang teramat besar.
“Tidaklah seseorang memiliki kasih sayang terhadap sesama, kecuali Allah Swt. akan menghiasinya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang berlaku bengis terhadap sesamanya, kecuali Allah akan mencabut rasa kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina,” demikian sabda Rasulullah Saw.
Anda sedang hidup dalam kemungkinan hari esok.
Sumber dari kekuatan hidup kita datang dari kecintaan yang haru akan kemungkinan-kemungkinan kita.
Tidak akan ada apa pun di dunia ini yang menarik, bila semua itu sudah pasti, bila tidak ada kemungkinan-kemungkinan.
Kehidupan ini menghisap sari-sari bagi kekuatannya dari harapan akan kemungkinan-kemungkinan.
Bila kita mengerti dengan betul, kita bahkan bersyukur bahwa kemungkinan buruk itu ada.
Hanya karena ada kemungkinan buruk, maka kemungkinan baik itu menarik.
Sumber dari semua kekuatan untuk mencapai keberhasilan adalah rasa demam yang mewarnai hati yang berdebar-debar menunggu perwujudan dari kemungkinan-kemungkinannya.
Sebagian mimpi meninggal muda pada orang-orangyang berencana hidup sampai tua.
Itu yang betul-betul bisa disebut sebagai sebuah tragedi.
Sebetulnya, mimpi adalah sumber energi yang selalu bisa diperbaruhi.
Sebuah mimpi yang dijaga hidup, tidak akan pernah menua.
Mungkin ia, sebuah mimpi yang lama; tetapi bila ia masih menjadi tenaga bagi upaya seseorang untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik -impian itu tidak pernah menjadi tua, berapa pun usia si empunya mimpi.
Setelah kematian dari mimpi-mimpinya, seseorang akan menjadi zombie; yang mungkin masih bekerja tetapi dengan sorot mata seseorang yang tidak melihat perlunya mengerjakan apa yang sedang dikerjakannya.
Tetapi kematian dari sebuah impian tidak bisa menghapus kehadiran nyata dari kemungkinan-kemungkinan yang bisa dicapai oleh seseorang, atau oleh kita. Kemungkinan itu ada, hanya saja asap dupa yang dibakar dalam prosesi penguburan impian itu mengaburkan pandangan kita akan hak kita untuk berhasil.
Kemungkinan-kemungkinan Anda sangat bergantung pada kekuatan tuntutan Anda.
Dalam hal tuntut-menuntut, ada dua macam orang, yang pertama menuntut kepada orang lain, dan yang kedua menuntut kepada dirinya sendiri.
Mereka yang telah menyerah seiring dengan kematian impian-impian mereka biasanya menjadi orang-orang yang hanya menuntut orang lain untuk memperhatikan kehidupan mereka.
Tetapi karena tidak ada orang yang memperhatikan tuntutan orang yang tidak mendatangkan keuntungan, mereka pun berhenti menuntut. Tidak kepada orang lain, dan tidak juga kepada diri mereka sendiri.
Mereka yang menuntut dengan keras kepada diri mereka sendiri untuk mengupayakan keberhasilan, akan berhasil.
Tingkat keberhasilan Anda, ditentukan oleh tingkat kekuatan dari tuntutan Anda kepada diri Anda sendiri.
Banyak orang yang hidup dibawah kemungkinankemungkinannya.
Bila saja mereka mau mendengar sejenak. Bahwa keberhasilan itu adalah hak, dan bahwa tugas kita dalam hidup ini bukanlah untuk berhasil, tetapi untuk mencoba. Bila saja mereka mau berpikir sedikit.
Bahwa mereka-lah yang mempertahankan cara-cara mereka sekarang, yang hasilnya mereka keluhkan itu.
Bahwa mereka-lah yang tidak berani mengambil resiko, yaitu kemungkinan yang belum tentu lebih buruk dari keadaan yang sedang mereka alami sekarang.
Mohon Anda ingat, bahwa bagi mereka yang sedang tenggelam, gerakan apa pun selain gerakan tenggelam, adalah pilihan yang lebih baik.
Sampaikanlah kepada mereka, bahwa selalu ada kemungkinan luar biasa pada orang-orang biasa yang bersedia melakukan apa pun yang di atas biasa.
Jadikanlah diri Anda pekaterhadap kemungkinankemungkinan yang bisaAnda sebabkan.
Bila Anda tidak melihat kemungkinan baik dari apa pun yang sedang Anda upayakan, mungkin Anda tidak salah; karena selalu ada kesempatan untuk kita melakukan sesuatu yang tidak tepat.
Bila itu yang sedang Anda alami, maka sebabkan-lah kemungkinan yang lebih baik.
Remajakanlah sikap yang selama ini telah membawa Anda berlarut-larut dalam perasaan lemah dan lambat.
Minimalkan-lah jumlah hal dan pikiran yang tidak mungkin bagi Anda. Mereka yang mudah mencapai keberhasilan adalah selalu orang-orang yang memiliki sedikit sekali hal yang tidak mungkin dalam pikiran dan perasaannya.
Ingatlah bahwa hari inidiisi oleh hal-hal yang tidak mungkin bagi masa lalu. Perhatikanlah.
Anda sedang hidup dalam kemungkinan-kemungkinan hari esok.
Jadilah bagian darikemungkinan itu.
memperkaya kehidupan
Di mana ada kehadiran, di sana ada kehidupan.
Dan bila kehadiran itu penuh kecintaan, kehidupan itu adalah kehidupan yang indah.
Cinta dan kecintaan adalah kekuatan yang menjadikan keberadaan kita di dalam kehidupan ini – sebuah kehidupan yang bernilai.
Anda tidak dapat disebut sepenuhnya hidup, bila Anda tidak sepenuhnya hadir dalam hubungan Anda dengan orang lain. Kehadiran Anda yang penuh kasih sayang-lah, yang menjadikan Anda pribadi yang kehadirannya dirindukan oleh banyak orang. Ingatlah, bahwa cinta adalah pengutuh kehadiran.
Anda yang berhati penuh kasih sayang, akan menjadi kecintaan dari ribuan jiwa yang mengenal Anda; karena tanpa memberi – kasih sayang Anda adalah pemberian yang memuliakan.
Maka janganlah hanya hadir. Hadirlah dengan penuh kesungguhan untuk memajukan, mengangkat, dan memuliakan semua yang keberadaannya dihadiahkan kepada Anda.
Cinta dan kecintaan adalah pengindah dari semua kebersamaan.
Siapa pun yang Anda sahabati dengan penuh kecintaan, akan menjadi pribadi yang kebahagiaannya adalah pengindah kehidupan Anda.
Perhatikanlah bagaimana pribadi-pribadi kecintaan hati Anda itu tumbuh dan merona dengan kebahagiaan, saat Anda mendahulukan kesyukuran atas waktu dan kegembiraan dalam kebersamaan Anda dengan mereka.
Perhatikanlah bagaimana keluarga yang sederhana bisa membesarkan anak-anak yang bernilai, melalui kebersamaan yang penuh kasih?
Bukan kurang cantik dan tampannya pasangan hidup – yang tidak membahagiakan kita, tetapi kurang cantiknya upaya kita untuk saling mencintai.
Kekasih yang sempurna tidak akan kita temukan, tetapi kita masih tetap bisa membangun keindahan kecintaan kita kepada satu sama lain. Kelihatannya, yang kita sebut sempurna itu adalah kualitas terbaik dari yang bisa kita upayakan.
Kecintaan adalah pemungkin bagi kualitas tertinggi.
Apa pun yang Anda sentuh dengan penuh kecintaan, akan mencapai kualitas tertingginya.
Satu-satunya cara untuk mencapai hasil dengan kualitas tertinggi adalah bekerja dengan kecintaan tertinggi kepada yang sedang dikerjakan. Kesungguhan yang menjadi tanda adanya kecintaan itu, akan memungkinkan tercapainya hasil terbaik dari seburuk-buruknya alat dalam seburuk-buruknya keadaan.
Tetapi, perhatikanlah bagaimana alat dan perlengkapan yang sempurna gagal untuk mencapai hasil yang baik, bila tidak ada kecintaan di dalam pekerjaannya?
Bila semakin sedikit dan kecil yang kita miliki sebagai awalan, maka semakin besar dan dalam-lah kecintaan yang harus kita tepatkan bagi pekerjaan kita.
Kecintaan adalah pengutuh kekuatan.
Bila dibandingkan dengan tantangan yang menghadapi kita dalam perjalanan menuju kecemerlangan hidup, tidak ada pribadi yang lebih kuat dari yang lain.
Di hadapan bukit granit yang menghalangi aliran sungai menuju sawah dan ladang kita, setiap orang di antara kita berbadan sama lemahnya. Kita semua sama lemahnya.
Yang berbeda adalah pribadi yang menguatkan diri.
Anda hanya berbeda, bila Anda menguatkan diri.
Maka perhatikanlah ini, tugas kita bukanlah menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar, tetapi melakukan sekecil-kecilnya pekerjaan dengan sebesar-besarnya kecintaan.
Bila pengetahuan dan kepandaian digunakan oleh pribadi yang penuh kecintaan seperti Anda, hanya langitlah yang bisa membatasi apa yang bisa Anda capai.
Cinta dan kecintaan adalah kualitas yang memperkaya orang miskin, dan ketiadaannya adalah yang memiskinkan para hartawan.
Apapun menjadi indah dalam pandangan yang mencintai, seperti apapun menjadi merdu dalam pendengaran yang mengasihi. Dan apapun menjadi lembut dalam sentuhan yang pengasih, seperti apapun terasa nikmat bagi hati yang penyayang.
Cinta dan kecintaan adalah pengaya yang sesungguhnya.
Dan yang ini harus Anda perhatikan. Bila Anda penyayang, Anda akan menjadi pemberi. Dan karena Anda memberi, Anda banyak menerima. Ketahuilah, kasih sayang mengubah pemberian menjadi penerimaan.
Ingatlah, bahwa hanya memiliki harta – tidak menjadikan kita kaya; bahwa bukan jumlah dan kualitas harta yang menjadikannya kekayaan, tetapi cinta dan kecintaan di dalam mendapatkan, memelihara, dan berbagi-lah yang menjadikan sebuah kehidupan itu kaya.
Cinta dan kecintaan-lah yang menjadikan apapun sebagai harta, dan yang kemudian menjadikan harta itu sebagai kekayaan.
Cinta dan kecintaan-lah yang memperkaya kehidupan.
Maka sambutlah hari ini dengan penuh kecintaan, syukurilah waktu-waktu tambahan yang masih diperkenankan bagi Anda untuk berkeluarga, bersaudara, bekerja, dan menjadi bagian yang penting dari kehidupan ini.
katakan…
Bila Anda tidak tahu lagi apa yang harus Anda katakan, jangan berikan tanda kepada orang lain bahwa kita tidak ada lagi yang mau dikatakan.
Kalau anda tidak tahu tentang apa yang mau Anda katakan, jangan mengatakan apapun yang menunjukkan bahwa Anda tidak tahu.
Jadi kalau sudah habis sesuatu yang baik yang bisa Anda katakan, jangan tunjukkan bahwa kebaikan itu sudah tidak ada lagi dengan mengatakan apapun.
Karena apapun yang Anda katakan setengah hal-hal yang baik itu habis, hanya ada satu kemungkinan yaitu hal yang tidak baik.
secepat mungkin
Bila anda telah ada pada jalur karir yang tepat.
Anda akan tertinggal apabila anda diam.
Sehingga orang-orang yang sudah tahu dirinya berada dalam jalur yang tepat.
di tempat pekerjaan yang tepat, pada jabatan yang tepat,
pada dukungan sarana fasilitas yang tepat,
harus bergerak secepat mungkin
karena orang-orang yang berada di belakang kita
sedang menambah kecepatan untuk melampaui kita
Jadi janganlah bertenang diri,
karena kita sudah duduk dalam jabatan posisi yang baik
Karena justru orang-orang yang sudah berada pada posisi yang baik
di belakangnya berdiri orang-orang berencana menggantinya
Secepatnya Anda ada di sebuah jalur,
secepat itu juga Anda harus bergerak maju.
Selasa, 23 November 2010
PUISI SAHABAT
Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan
Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan
Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian
Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya
Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran
Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
dalam kesucian
Sahabatku adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa
dalam keindahan
Wahai burung duta suara
ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan
Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan
Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian
Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya
Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran
Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
dalam kesucian
Sahabatku adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa
dalam keindahan
Wahai burung duta suara
ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya
DOA UNTUK SAHABAT-SAHABATKU
Bismillahirrahmanirrahim...
Ya Allah..
panjangkanlah umur sahabatku,kurniakanlah kesihatan yang baik
padanya, terangi hatinya dengan nur pancaran iman..
Ya Allah..
tetapkanlah hatinya, perluaskanlah rezekinya, dekatkanlah
hatinya kepada kebaikan, jauhkanlah hatinya pada kejahatan, tunaikanlah
hajatnya baik hajat dalam agama,dunia dan akhirat...
Ya Muhaimin..
jika dia jatuh hati, izinkanlah dia menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut padaMu agar tidak terjatuh dia dalam jurang cinta
nafsu.
Ya Rabbana..
jagalah hatinya agar tidak berpaling daripada melabuhkan
hatinya pada hatiMu.. Ya Rabbul Izzati..jika dia rindu, rindukanlah dia
pada seseorang yang merindui syahid di jalanMu..
Ya Muhaimin..Jangan biarkan sahabatku tertatih dan terjatuh dalam
perjalanan panjang menyeru manusia kejalanMu..
Ya Allah Yang Tercinta..jika kau halalkan aku merindui sahabatku,
janganlah aku melampaui batas sehingga melupakan daku pada cinta
hakiki,rindu abadi dan kasih sejati hanya untukMu
Ya Allah..kurniakanlah sahabatku kesenangan, ketenangan, kebahagiaan dan
kecemerlangan hidup di dunia dan akhirat kelak..
Ya Rabbul Izzati..bahagiakanlah hatinya sebagaimana Engkau bahagiakan
hati hambaMu yang lain... AMIN
Ya Allah..
panjangkanlah umur sahabatku,kurniakanlah kesihatan yang baik
padanya, terangi hatinya dengan nur pancaran iman..
Ya Allah..
tetapkanlah hatinya, perluaskanlah rezekinya, dekatkanlah
hatinya kepada kebaikan, jauhkanlah hatinya pada kejahatan, tunaikanlah
hajatnya baik hajat dalam agama,dunia dan akhirat...
Ya Muhaimin..
jika dia jatuh hati, izinkanlah dia menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut padaMu agar tidak terjatuh dia dalam jurang cinta
nafsu.
Ya Rabbana..
jagalah hatinya agar tidak berpaling daripada melabuhkan
hatinya pada hatiMu.. Ya Rabbul Izzati..jika dia rindu, rindukanlah dia
pada seseorang yang merindui syahid di jalanMu..
Ya Muhaimin..Jangan biarkan sahabatku tertatih dan terjatuh dalam
perjalanan panjang menyeru manusia kejalanMu..
Ya Allah Yang Tercinta..jika kau halalkan aku merindui sahabatku,
janganlah aku melampaui batas sehingga melupakan daku pada cinta
hakiki,rindu abadi dan kasih sejati hanya untukMu
Ya Allah..kurniakanlah sahabatku kesenangan, ketenangan, kebahagiaan dan
kecemerlangan hidup di dunia dan akhirat kelak..
Ya Rabbul Izzati..bahagiakanlah hatinya sebagaimana Engkau bahagiakan
hati hambaMu yang lain... AMIN
Izinkan saya berdoa untuk mu
Sahabat,
Izinkan saya berdoa untuk mu
dengan hati yang tulus,
semoga doa ini cukup didengar bagi Sang Khaliq
dan memberikan kemudahan dalam hidup kita
Ya Alloh yang memudahkan semua kesulitan,
Ya Alloh yang mengumpulkan segala yang berpisah,
Ya Alloh yang menjadi sahabat bagi setiap orang yang kesepian,
Ya Alloh yang mencukupi kebutuhan bagi setiap orang yang kekurangan,
Ya Alloh, Pemberi kekuatan kepada si lemah,
Ya Alloh yang memberikan rasa aman bagi setiap orang yang dilanda ketakutan,
Berilah kemudahan pada kami
atas segala kesulitan-kesulitan kami,
karena menghilangkan kesulitan itu mudah saja bagi Mu ya Alloh.
Amin.. Ya Robbal 'alamin...
Izinkan saya berdoa untuk mu
dengan hati yang tulus,
semoga doa ini cukup didengar bagi Sang Khaliq
dan memberikan kemudahan dalam hidup kita
Ya Alloh yang memudahkan semua kesulitan,
Ya Alloh yang mengumpulkan segala yang berpisah,
Ya Alloh yang menjadi sahabat bagi setiap orang yang kesepian,
Ya Alloh yang mencukupi kebutuhan bagi setiap orang yang kekurangan,
Ya Alloh, Pemberi kekuatan kepada si lemah,
Ya Alloh yang memberikan rasa aman bagi setiap orang yang dilanda ketakutan,
Berilah kemudahan pada kami
atas segala kesulitan-kesulitan kami,
karena menghilangkan kesulitan itu mudah saja bagi Mu ya Alloh.
Amin.. Ya Robbal 'alamin...
Doa Seorang Sahabat
Assalamu'alaikum Wr Wb.. Di Pagi yang cerah ini. Kala matahari bersinar menampakkan diri. Buat saya memberikan satu senyuman adalah kebahagiaan. menyapa dengan setulus hati adalah kegembiraan. Memberikan salam adalah kemuliaan. Memberikan doa adalah menguatkan. Maka Izinkanlah saya berdoa untuk teman2 semua.. Ya Alloh yang Maha Penyebar cinta & kasih sayang, Ya Alloh yang Maha membuat orang gembira & bahagia Ya Alloh yang Maha Pemberi kesehatan & kekayaan berkahilah kami dengan hati yang penuh cinta & kasih sayang pada sesama, jadikanlah kami senantiasa gembira & bahagia, berikanlah kami kesehatan & kekayaan, teguhkanlah hati kami untuk senantiasa berjuang dijalanMu... Salam Cinta,
Pengelana Sejati
APA GUNANYA
Apa gunanya bicara jika tuturnya mengundang luka…?
Pada hati yang bersedia parah menanggung beban kecewa…
Seribu duka terpendam teramat dalam…
Apa gunanya membujuk jika rajuknya sudah berdarah…?
Mengalir tanpa henti, pekat dan merah…
Hangat memikul sebab teramat ngeri…
Apa gunanya memohon maaf jika maknanya sudah tiada…?
Pintanya terlalu sering atas kesilapan berulang-ulang…
Menjadikan ia pelarian mainan kata-kata teramat murah…
Apa gunanya kesal jika segalanya sudah terlambat…?
Tak mungkin berpaling lagi menyambung suatu kebodohan…
Karena yang berlaku adalah bukti kecurangan…
Yang teramat nyata
Pada hati yang bersedia parah menanggung beban kecewa…
Seribu duka terpendam teramat dalam…
Apa gunanya membujuk jika rajuknya sudah berdarah…?
Mengalir tanpa henti, pekat dan merah…
Hangat memikul sebab teramat ngeri…
Apa gunanya memohon maaf jika maknanya sudah tiada…?
Pintanya terlalu sering atas kesilapan berulang-ulang…
Menjadikan ia pelarian mainan kata-kata teramat murah…
Apa gunanya kesal jika segalanya sudah terlambat…?
Tak mungkin berpaling lagi menyambung suatu kebodohan…
Karena yang berlaku adalah bukti kecurangan…
Yang teramat nyata
Jangan menangis sayang
Air matamu bak hujan turun…
Menghibakan lagi perasaanku
Keringkan pipimu, sayang…
Usah benarkan tangisanmu tercetus lagi di wajahmu
Walau terpaksa menangis di dalam hati…
Lebih baik begitu
Jangan menangis sayang
Perpisahan ini bukan dipinta
Terpaksa kita merelakannya
Yang berlalu biarkan berlalu
Sebenarnya kita tak ditakdirkan bersama
Terimalah kehendakNya, walaupun pahit untuk ditelan
Kita dicipta bukan untuk bersama
Jangan menangis sayang
Kenapa tangisanmu semakin laju?
Tetesan air matamu hanya menyayat pilu hatiku
Lupakan saja kenangan bersama kita dahulu, sayang
Binalah hidup barumu…
Kuyakin kau dapat menempuhinya…
Walau tanpa kehadiranku
Anggaplah pertemuan kita adalah takdirNya
Sekadar menguji kita dan anugerah kasih sayang yang tercipta…
Adalah suatu rahmat dariNya
Sayangku...jangan menangis lagi…
Aku kan tetap menyayangimu biarpun kita berpisah
Ingatan dan rinduku mengiringimu selalu
Doaku kau semoga bahagia selalu bersamamu
Kasihku padamu tak mungkin terpadamkan
Menghibakan lagi perasaanku
Keringkan pipimu, sayang…
Usah benarkan tangisanmu tercetus lagi di wajahmu
Walau terpaksa menangis di dalam hati…
Lebih baik begitu
Jangan menangis sayang
Perpisahan ini bukan dipinta
Terpaksa kita merelakannya
Yang berlalu biarkan berlalu
Sebenarnya kita tak ditakdirkan bersama
Terimalah kehendakNya, walaupun pahit untuk ditelan
Kita dicipta bukan untuk bersama
Jangan menangis sayang
Kenapa tangisanmu semakin laju?
Tetesan air matamu hanya menyayat pilu hatiku
Lupakan saja kenangan bersama kita dahulu, sayang
Binalah hidup barumu…
Kuyakin kau dapat menempuhinya…
Walau tanpa kehadiranku
Anggaplah pertemuan kita adalah takdirNya
Sekadar menguji kita dan anugerah kasih sayang yang tercipta…
Adalah suatu rahmat dariNya
Sayangku...jangan menangis lagi…
Aku kan tetap menyayangimu biarpun kita berpisah
Ingatan dan rinduku mengiringimu selalu
Doaku kau semoga bahagia selalu bersamamu
Kasihku padamu tak mungkin terpadamkan
Malam ini…
Kurasakan rindu padamu…
Waktu kupejam mata ini
Bayangmu selalu hadir tersenyum
Ku ingin di malam ini…
Kau hadir di sisiku
Tuk lepaskan semua rinduku…
Yang lama terpendam di dalam hati ini
Malam ini…
Sepi tanpa dirimu kasih…
Hanya satu yang ku inginkan…kau ada di sini
Janganlah engkau risaukan…
Cintaku yang tulus ini
Tiada lagi selain dirimu
Yang ada di hati…yang ada di hati ini
Waktu kupejam mata ini
Bayangmu selalu hadir tersenyum
Ku ingin di malam ini…
Kau hadir di sisiku
Tuk lepaskan semua rinduku…
Yang lama terpendam di dalam hati ini
Malam ini…
Sepi tanpa dirimu kasih…
Hanya satu yang ku inginkan…kau ada di sini
Janganlah engkau risaukan…
Cintaku yang tulus ini
Tiada lagi selain dirimu
Yang ada di hati…yang ada di hati ini
Intan permata
Telah lama ku lalui…
Perjalanan penuh ranjau dan berduri
Kini tiba cahaya cinta suci
Menerangi diriku yang sepi
Meskipun ada yang menguji…
Memang lumrah, insan di dunia ini
Bersabarlah…mengarunginya
Pertama kali…aku bahagia
Kau menerima diri ini…
Insan biasa yang mempunyai kelemahan
Aku juga tak mengharapkan…
Intan permata, kemewahan
Cinta yang murni, keikhlasan hati
Semoga selalu bersama kasih kita
Hati berharapan…
Agar hidup takkan sendiri lagi
Doa restu dari yang tercinta
Fahamilah cinta mulia
Perjalanan penuh ranjau dan berduri
Kini tiba cahaya cinta suci
Menerangi diriku yang sepi
Meskipun ada yang menguji…
Memang lumrah, insan di dunia ini
Bersabarlah…mengarunginya
Pertama kali…aku bahagia
Kau menerima diri ini…
Insan biasa yang mempunyai kelemahan
Aku juga tak mengharapkan…
Intan permata, kemewahan
Cinta yang murni, keikhlasan hati
Semoga selalu bersama kasih kita
Hati berharapan…
Agar hidup takkan sendiri lagi
Doa restu dari yang tercinta
Fahamilah cinta mulia
Dalam istana mimpi
Di bayang wajahmu
Telah ku temukan sinaran kasih
Yang lama lelah aku mencari
Di masa yang lalu…
Kau datang padaku
Kau tawarkan hati nan lugu
Selalu mencoba mengerti hasrat dan berkasih
Dalam jiwaku yang hampir mati
Kau nyanyikan untuk ku sebuah lagu…
Tentang cinta dan kehidupan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini telah kau bawa aku menuju kesana…
Dalam istana mimpi
Ternyata hatimu penuh dengan bahasa kasih
Dan terungkapkan dengan pasti
Alam suka dan sedih
Dalam istana mimpi
Hampa
Hampa…
Hanya dalam belaian hasrat sementara
Pada lentera yang hampir redup
Yang tertiup angin pada senja hari…
Menyambut kedatangan hujan dalam kelam
Jiwa yang hampa…
Masih adakah setetes air untuknya…
Masih sempatkah setitik cahaya menerangi hidup ini…
Dalam penantian diujung kehidupan…
Yang kini telah tampak lelah…
Mencari dalam pekatnya kehidupan
Disamping keinginan dalam angan…
Menanti hanya dalam mimpi saja…
Memanggil walau hanya lambaian saja…
Merindu walau hanya didalam dada…
Dan merangkai walau hanya pelepas kata…
Jiwa yang hampah…
Bersimbahkan hidup dalam derita…
Derita Cinta yang tak berbayang…
Derita Cinta yang tak mengenal kepastian…
Dibalik hasrat yang berjuta impian…
Cinta yang hampa…
Adalah jiwa yang hampa…
Hampa oleh kenyataan yang peka…
Terhadap suka cita berakhir kecewa…
Sebabkan derita menciptakan jiwa yang hampa
Hanya dalam belaian hasrat sementara
Pada lentera yang hampir redup
Yang tertiup angin pada senja hari…
Menyambut kedatangan hujan dalam kelam
Jiwa yang hampa…
Masih adakah setetes air untuknya…
Masih sempatkah setitik cahaya menerangi hidup ini…
Dalam penantian diujung kehidupan…
Yang kini telah tampak lelah…
Mencari dalam pekatnya kehidupan
Disamping keinginan dalam angan…
Menanti hanya dalam mimpi saja…
Memanggil walau hanya lambaian saja…
Merindu walau hanya didalam dada…
Dan merangkai walau hanya pelepas kata…
Jiwa yang hampah…
Bersimbahkan hidup dalam derita…
Derita Cinta yang tak berbayang…
Derita Cinta yang tak mengenal kepastian…
Dibalik hasrat yang berjuta impian…
Cinta yang hampa…
Adalah jiwa yang hampa…
Hampa oleh kenyataan yang peka…
Terhadap suka cita berakhir kecewa…
Sebabkan derita menciptakan jiwa yang hampa
Hidup Yang Terbelenggu
Nafas masih menderu seiring waktu berjalan
Mata sulit untuk terpejam
Dalam keheningan malam daku selalu terjaga
Masa depan dan cinta berbaur menjadi satu
Mengapa tak seorangpun dapat memahami
Mengapa semua hanya inginkan kemauannya
Walau seiring waktu tanpa pernah menghiraukanku
Dalam curiga tanpa pengertian dan kasih sayang
Hidupku yang terbelenggu
Inginkan kebebasan bagai angin yang bertiup
Ntah sampai kapan…
Atau siapa yang sudi melepaskan belenggu ini
Hingga nafas ini semakin sesak
Seiring waktu jiwa masih terbelenggu
Kapankah seberkas cahaya itu menerangiku
Bilakah ada yang sudi memahamiku
Kapankah daku dapat bebas seperti burung-burung
Yang dapat menentukan tujuan hingga kemana
Tanpa harus berpacu dalam waktu yang sesak
Waktu yang membelenggu jiwa ini
Mata sulit untuk terpejam
Dalam keheningan malam daku selalu terjaga
Masa depan dan cinta berbaur menjadi satu
Mengapa tak seorangpun dapat memahami
Mengapa semua hanya inginkan kemauannya
Walau seiring waktu tanpa pernah menghiraukanku
Dalam curiga tanpa pengertian dan kasih sayang
Hidupku yang terbelenggu
Inginkan kebebasan bagai angin yang bertiup
Ntah sampai kapan…
Atau siapa yang sudi melepaskan belenggu ini
Hingga nafas ini semakin sesak
Seiring waktu jiwa masih terbelenggu
Kapankah seberkas cahaya itu menerangiku
Bilakah ada yang sudi memahamiku
Kapankah daku dapat bebas seperti burung-burung
Yang dapat menentukan tujuan hingga kemana
Tanpa harus berpacu dalam waktu yang sesak
Waktu yang membelenggu jiwa ini
Disatu sudut ku terdampar
Sejenak aku merenungi kisah yang silam
Biarlah aku menanggung luka yang ada didalam
Walau berakhir sudah kisah cinta kita...
Biarlah kau tetap permata dalam hatiku
Sungguh berat bagi diriku
Tak tahu arah dan mana tuju
Segala-galanya menjadi tak menentu
Hati ini diselubung rindu
Walau pahit kan kutelan semua
Namun didalam yang merasa
Apa dibuat serba tak ada yang nyata
Pastinya kecewa dan kan hampa
Aku terus melangkah pergi
Hanya bertemankan sekeping hati
Jalanku dipenuhi ranjau berduri
Sakit tak tertahan membawa luka pedih...perih
Disatu sudut ku terdampar
Kelu dan kesah dalam sadar
Semua kerana peristiwa itu
Pahitnya jiwa ini, diselubung rindu
Biarlah aku menanggung luka yang ada didalam
Walau berakhir sudah kisah cinta kita...
Biarlah kau tetap permata dalam hatiku
Sungguh berat bagi diriku
Tak tahu arah dan mana tuju
Segala-galanya menjadi tak menentu
Hati ini diselubung rindu
Walau pahit kan kutelan semua
Namun didalam yang merasa
Apa dibuat serba tak ada yang nyata
Pastinya kecewa dan kan hampa
Aku terus melangkah pergi
Hanya bertemankan sekeping hati
Jalanku dipenuhi ranjau berduri
Sakit tak tertahan membawa luka pedih...perih
Disatu sudut ku terdampar
Kelu dan kesah dalam sadar
Semua kerana peristiwa itu
Pahitnya jiwa ini, diselubung rindu
Cintamu kasih…
Di saat hati resah gundah
Cari arti cinta yang sejati
Cari arti cinta yang sejati
Adakah kini…
Kau datang tanpa kata cinta
Hanya tatapan matamu mampu…
Sejukkan hati ini…
Cintamu kasih…
Bagai seribu puisi cinta
Sungguh nyata hadirmu kasih
Membuat hidupku berwarna
Kini cinta bukanlah kata biasa
Tapi nyata sebuah karunia
Kini cinta terasa penuh pesona
Mengubah segalanya
Dalam Kerinduan
Dalam sepi kucipta bayangmu Kususun pesonamu lewat kesendirianku Mendekap kesunyian malam Membelai kehampaan Betapa berat kurasakan... Beban rasa dalam kerinduan Merintih pilu menyesak dalam pikiran Kutawarkan dengan bayangan Sambil merangkai sejuta harapan Saat nan indah dalam pelukan Irama malam menjadi hiburan Tarian nyamuk menjadi teman Binatang² malam kian asyik menari nari Tiada tahu rindunya hati kini Betapa ingin kudekap dirimu Karna sekarang yg bisa hanya bayangmu
Seberkas cahaya
Di manakah seberkas cahaya itu
Yang telah lama aku mencari
Dalam sempitnya ruang dan waktu
Aku terpaksa harus terus mencari
Sebenarnya cahaya itu telah ku dapatkan, tapi dulu…
Semasa aku masih dalam kandungan, dan kini…
Aku telah kehilangannya kembali…
Ketika aku menghirup udara dunia
Walau linangan air mata telah kuteteskan…
Walau hariku berbalut sepi dan sunyi…
Dalam angan aku mempunyai keinganan…
Namun seberkas cahaya itu…
Adalah sebuah kasih sayang yang telah redup…
Yang keindahannya tak menerangi hatiku lagi
Ayah…Ibu, aku inginkan kasih sayangmu…
Aku sangat mengharapkan kepedulianmu…
Aku inginkan restumu untuk mengerjar cita-citaku…
Yang telah lama aku impikan
Ayah…ibu, kumohon pahamilah aku…
Jangan biarkan aku terus mencari…
Mencari seberkas cahaya yang sebenarnya ada pada kalian
Yang kini semakin menjauhi ku…
Oh…Tuhan…
Bukakanlah pintu hati mereka…
Dan berilah penerangmu dalam setiap langkah kami…
Dekatkan hambamu kembali…pada cahaya kasih…
Yang telah lama kudambakan kembali
Yang telah lama aku mencari
Dalam sempitnya ruang dan waktu
Aku terpaksa harus terus mencari
Sebenarnya cahaya itu telah ku dapatkan, tapi dulu…
Semasa aku masih dalam kandungan, dan kini…
Aku telah kehilangannya kembali…
Ketika aku menghirup udara dunia
Walau linangan air mata telah kuteteskan…
Walau hariku berbalut sepi dan sunyi…
Dalam angan aku mempunyai keinganan…
Namun seberkas cahaya itu…
Adalah sebuah kasih sayang yang telah redup…
Yang keindahannya tak menerangi hatiku lagi
Ayah…Ibu, aku inginkan kasih sayangmu…
Aku sangat mengharapkan kepedulianmu…
Aku inginkan restumu untuk mengerjar cita-citaku…
Yang telah lama aku impikan
Ayah…ibu, kumohon pahamilah aku…
Jangan biarkan aku terus mencari…
Mencari seberkas cahaya yang sebenarnya ada pada kalian
Yang kini semakin menjauhi ku…
Oh…Tuhan…
Bukakanlah pintu hati mereka…
Dan berilah penerangmu dalam setiap langkah kami…
Dekatkan hambamu kembali…pada cahaya kasih…
Yang telah lama kudambakan kembali
melayari lautan cinta
Hujan turun gerimis disaat kedinginan
Jatuh menimpa jendela hati ini
Tak dapat kutahan, perasaan ku
Sungguh tak kumengerti mengapa bisa begini
Tiada maksudku menyakiti hatimu…sayang
Maafkanlah
Kasih…
Hanya kau dihatiku seorang
Jangan benarkan hatimu merasa cemburu
Kasih…
Yang kupinta adalah perhatianmu
Setelah sekian lama kita begini
Apa lagi yang kita cari…
Apa lagi yang kau harapkan…
Lamanya penantian ini, untuk hidup bersama denganmu
Sayang…
Kuingin kita bersama melayari lautan cinta
Bila mahligai dipersada asmara kasih kita…
Biarpun dugaan cinta berbedakan nyata
Kita kan tempuhi segalanya bersama
Sebab cinta takkan rela berpisah
Jatuh menimpa jendela hati ini
Tak dapat kutahan, perasaan ku
Sungguh tak kumengerti mengapa bisa begini
Tiada maksudku menyakiti hatimu…sayang
Maafkanlah
Kasih…
Hanya kau dihatiku seorang
Jangan benarkan hatimu merasa cemburu
Kasih…
Yang kupinta adalah perhatianmu
Setelah sekian lama kita begini
Apa lagi yang kita cari…
Apa lagi yang kau harapkan…
Lamanya penantian ini, untuk hidup bersama denganmu
Sayang…
Kuingin kita bersama melayari lautan cinta
Bila mahligai dipersada asmara kasih kita…
Biarpun dugaan cinta berbedakan nyata
Kita kan tempuhi segalanya bersama
Sebab cinta takkan rela berpisah
Langganan:
Postingan (Atom)



































