Hakikat eksistensi diri adalah berani mengakui kesalahan diri, berani mengevaluasi diri, berani memperbaiki diri, berani jujur pada diri sendiri, berani mengakui kelebihan orang lain dan memaafkan/menerima kekurangannya dan berani mengakui bahwa keberadaan diri tidak terpisahkan dari kehendak Allah SWT, pada akhirnya merasa diri kecil dan tak berarti dihadapan-Nya. Sehingga tak ada apa-apa yang harus dibanggakan selain karunia dari Allah SWT.
Ya Rabb bimbinglah diri ini supaya tetap marifat kepada-Mu. Aamiin.
Sahabat bukan lorong untuk berlalu. Karena yang aku tahu, ia tak pernah mengukur waktu. Itulah kenapa aku ingin menjadi sahabatmu. Tubuhku belum renta. Namun bisa lekas tua, jika tak mendengar nyanyianmu, sahabat. Jika umurku sudah senja. Aku ingin pergi dalam doa sahabat. Dan jika tiba saatnya nanti, aku hanya ingin doa sahabat yang bernyanyi dalam lantunan-lantunan tidurku.
Kamis, 25 November 2010
Eksistensi diri …
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar